BaskomNews.com – Sebagai ‘wasit’ di penyelenggaraan Pilkada Karawang 2020, Bawaslu Karawang diminta bisa bersikap netral, alias tidak memihak kepada salah satu pasangan calon, khususnya calon petahana.
Koordinator Pilkada PDI Perjuangan, Toto Suripto SE menyampaikan, kekhawatiran Bawaslu tidak bisa bersikap netral di Pilkada 2020 lantaran melihat sejarah penyelenggaraan Pileg 2019 lalu. Yaitu dimana saat pengawasan di TPS, PPK dan pengawasan di masa kampanye, Bawaslu sendiri terkesan kurang bisa tegas.
“Saya minta Bawaslu agar benar-benar netral, tidak lagi terjadi seperti tahun 2019 banyak ketidaknetralan, terutama pengawasan di TPS dan di PPK, serta pengawasan dalam pelaksanaa di masa kampanye,” kata Toto Suripto, Kamis (10/9/2020).
Ditambahkan Toto, sikap netral ini harus benar-benar bisa ditunjukan Bawaslu. Terlebih, Bawaslu maupun KPU telah difasilitasi miliaran anggaran APBD Karawang untuk penyelenggaraan Pilkada 2020.
“Jadi kami di tim kampanye pasangan calon maupun di internal DPRD Karawang akan terus memantau kinerja Bawaslu maupun KPU. Begitu ada indikasi pelanggaran kampanye, maka jangan main-main, karena pasti akan kami laporkan,” tegas Toto.
Menilik perkembangan Pilkada Karawang, Toto mengungkapkan sudah mulai tercium beberapa Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemkab Karawang yang terlihat politik praktis. Yaitu dimana pejabat Pemkab Karawang mulai berani menunjukan sikap dukung-mendukung terhadap salah satu pasangan calon.
“Sikap tidak netral beberapa oknum ASN ini memang sudah tercium dari awal. Bahkan sebagian dari mereka ada yang sampai berani secara terang-terangan mendukung pasangan salah satu calon. Persoalan inilah yang sejak awal kami minta Bawaslu untuk menindaklanjuti. Bawaslu jangan sampe tutup mata terus ya,” sindir Toto, yang juga merupakan Tim Kampanya Bapaslon, Yessi Karya Lianti-Ahmad Adly Fairuz (PADI).
Khusus terkait salah satu kades di Kecamatan Lemah Abang yang terbukti telah mengerahkan massa untuk pendaftaran Bapaslon petahana, Cellica Nurrachadiana-Aep Saepulloh ke kantor KPU Karawang beberapa hari kemarin, Toto mendesak agar Bawaslu segera mengambil keputusan.
“Ya, Bawaslu jangan santai-santai aja. Karena semua pihak sedang menunggu sanksi apa yang akan diberikan terhadap kades tersebut. Dan persoalan ini juga harus jadi pembelajaran bagi kades lainnya,” tutup Toto. (red)












