Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

4 Ledakan Susulan Terjadi di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo

Rusun Wonocolo, lokasi terjadinya ledakan diduga di Sidoarjo.
banner 468x60

BaskomNews.com – Empat ledakan susulan terjadi di Rusunawa Wonocolo Sepanjang, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam.

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 21.15 WIB yang menelan lima korban. Semua warga di Rusunawa Wonocolo Sepanjang pun dievakuasi. Empat ledakan berikutnya terjadi di atas pukul 22.00 WIB.

banner 336x280

Dikutip dari reporter di Kompas TV, empat ledakan itu terjadi kurang dari 10 menit. Empat ledakan beruntun itu sempat mengundang keingintahuan warga di sekitar Rusunawa Wonocolo Sepanjang.

Warga sempat berdatangan sehingga petugas kewalahan untuk meminta warga menjauh dari sekitar lokasi ledakan. Sekitar pukul 23.00 ambulans dari Polresta Sidoarjo datang ke lokasi kejadian.

Sebelumnya, diberitakan 5 orang jadi korban ledakan pertama di Rusunawa Sepanjang. Ada dua korban yang sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, saat dikontak Kompas TV, Minggu (13/5/2018) malam.

Selain itu, kata Frans Barung Mangera, masih ada tiga korban yang belum dievakuasi lokasi kejadian. Ia mengaku polisi belum bisa kembali naik ke lokasi kejadian lantaran situasi tak mendukung.

Menurutnya, masih ada satu ransel yang diduga berisi bom yang belum meledak di kamar itu. Saksi mata, Puguh, mengatakan okasi ledakan diketahui berada di Rusunawa Wonocolo Sepanjang tepatnya di Blok B lantai 5.

“Baru saja terjadi, ledakan di salah satu rumah di rusun di lantai atas, ledakannya tidak keras sih,” ujar Puguh, warga Rusunawa dilansir Suryamalang.com, Minggu (13/5/2018).

Ia mengakui, ada korban akibat ledakan itu. “Saya sempat melihat ke lokasi ledakan, keluarga mereka sudah tergeletak di dalam kamar semua bersimbah darah, tidak bergerak,” kata Puguh.

Ia menyebut ada tiga orang yang tergeletak yakni suami-istri dan seorang anaknya. “Ledakan hanya merusak rumah keluarga itu saja tidak merusak yang lain tapi warga penghuni rusun dievakuasi,” ujar Puguh.

Polisi menduga ledakan itu bersumber dari bom rakitan. (Tribun/red)

banner 336x280