“Kegiatan ini juga untuk mempelajari Al qur’an dengan metode isyarat bahasa, dan memperdalam bidang agama islam,”
BaskomNews.com – Gerakan Komunitas Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia Cabang Karawang menggelar kegiatan kajian bertemakan “Menemukan Bahasa Isyarat Qur’an untuk Tuna Rungu”, di Masjid Al-Jihad Kompleks Islamic Center Karawang, Jumat (1/6/2018).
Kajian Isyarat Qur’an tuna rungu ini dihadiri komunitas dari beberapa daerah yang tergabung dalam komunitas Gerkatin dan Komunitas lainnya dari Karawang, Bekasi, Purwakarta dan Sumedang. Mulai dari orangtua dari penyandang tuli, elajar sampai mahasiswa, semuanya terlihat antusias mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan kajian tuna rungu ini diisi pembicara oleh Ibu Galuh Sukmara, selaku pendiri The Litle Hijabi, Bekasi. Dalam kesempatannya tersebut beliau memberikan arahan dan penjelasan kepada para peserta undangan, bahwa digelarnya kajian ini menemukan isyarat hikmah untuk para tuna rungu, khusunya untuk para orangtua yang memang anaknya penyandang tuli, agar mereka para orangtua bisa membimning anaknya yang tuli, sekaligus memberikan akses bahasa isyarat dengan baik, berbahasa Indonesia dan isyarat Qur’an kepada putra dan putrinya.

“Saya merasa prihatin atas keberadaan para penyandang tuna rungu, khusunya di Karawan. Karena minimnya akses untuk belajar bahasa isyarat komunikasi dengan sesama. Dan juga minimnya akses bahas isyarat qur’an,” tutur Sukmara.
Adapun tujuan daripada digelarnya kegiatan kajian ini adalah untuk memberikan pemahaman khususnya kepada orangtua yang memiliki tuna rungu, agar bisa membimbing dengan baik dan memberikan akses untuk mendapatkan bahasa isyarat yang dibutuhkan oleh putra-putrinya, yakni dengan mengikuti pelatihan-pelatihan di beberpa komunitas tuna rungu yang ada di daeranya masing-masing, khususnya di karawang.
“Kegiatan ini juga untuk mempelajari Al qur’an dengan metode isyarat bahasa, dan memperdalam bidang agama islam,” timpal Sukmara.
Hal senada disampaikan oleh Ika Ratih, selaku patia acara Kajian Isyarat Qur’an. Menurutnya, kegiatan ini digelar agar para orangtua lebih memperhatikan kebutuhan akan akses berbahasa isyarat, untuk putra putrinya yang penyandang tuna rungu, baik isyarat bahasa indonesia dan qur’an.
Sementara itu, kegiatan kajian ini ditutup dengan do’a, dan buka puasa bersama di Masjid Al-Jihad Komplek Islamic Center Karawang. (ton)














