“Sudah 12 tahun kita buka puasa berjamaah. Kebetulan sekarang ini punya masjid megah sumbangan para aghniya, jadi beritikaf dan bertadarus bagi santri semakin betah,”
BaskomNews.com – Pondok Pesantren Baitul Burhan di Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang memiliki masjid megah, sehingga membuat para santri betah berlama-lama tadarusan di dalam Masjid Jumairoh.
Bahkan, pelataran masjid yang luas lazimnya Masjid Nabawi dan Masjid Kuba ini dijadikan tempat ratusan makanan takjil yang disuplai para donatur setiap harinya.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Burhan, KH. Sofwan Abdul Gani mengatakan, jauh sebelum masjid megah dengan bintang emas seharga Rp 400 juta tersebut berdiri, sudah 12 tahun para santri di pesantrennya berbuka puasa berjamaah dengan hasil makanan dan minuman yang diberikan para donatur ke pesantren.
Sebelum berbuka, para santri yang digembleng pengajian pasaran kitab alat seperti Imrity, Alfiah, tafsir Jalalain, hingga fiqh Kifayatul Akhyar dan kitab Irsyadul Ibad.
Sofwan juga menganjurkan para santri agar selalu beritikaf di masjid yang sudah berdiri megah tersebut. Utamanya bersiap jelang buka puasa bersama. Sebab sumbangan donatur sudah tersedia lengkap di pelataran masjid. Mulai makanan ringan seperti sirup dan kurma, hingga makanan nasi dan lauknya.
“Sudah 12 tahun kita buka puasa berjamaah. Kebetulan sekarang ini punya masjid megah sumbangan para aghniya, jadi beritikaf dan bertadarus bagi santri semakin betah,” ujarnya.
Lebih jauh kiai yang akrab disapa ajengan Wawan ini menambahkan, tidak ada derajat yang lebih tinggi kecuali ketakwaan. Jadi para santri dibinanya agar bisa menyandang predikat taqwa selama Ramadan dengan bertadarus, itikaf dan pengajian, sebelum mereka dijadwalkan libur dan mudik ke berbagai kabupaten atau kota.
“Saya berharap, amalan dan keberkahan Ramadan dengan memakmurkan masjid bisa diamalkan selalu, baik setelah Ramadan maupun kelak nanti saat para lulusan pesantrennya berkembang di lingkungan masyarakat,” timpal Ajengan Wawan.
”Selalu makmurkam masjid, jadikan tempat kebaikan berjamaah. Bukan saja mahdhoh, tetapi juga yang ghoer mahdhoh (sosial) harus selalu berjamaah di masjid,” tandasnya. (red)














