“Sesuai janjinya, Bupati Karawang sudah menyiapkan anggaran sebesar 50 Milyar untuk sarana pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan sasaran 115 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP),”
BaskomNews.com – Banyaknya Sekolah Dasar (SD) yang rusak, Toto Suripto, Ketua DPRD Karawang geram. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) sebetulnya sudah dianggarkan dan nilainya pun sangat fantastis.
“Ia, sesunguhnya anggaran untuk ruang kelas baru sudah dianggarkan dan amat sangat luar biasa nilainya, apakah memang belum diperbaiki, apakah memang sedang seperti apa, atau bagaiaman. Yang jelas saya tidak mempunyai alasan bahwa ada sekolahan rusak,” Kata Toto Suripto, waktu lalu
Toto juga mendesak kepada pihak dan Instansi terkait, untuk segera melaksanakan perehaban ruang kelas baru dan ruang kelas lama, karena anggarannya sudah jelas-jelas dianggarkan, agar tidak mengganggu kenyamanan proses belajar dan mengajar.
“Intinya, bahwa saya menyampaikan dengan tegas, agar sekolahan rusak cepat dilaksanakan rehabnya, karena akan mengganggu proses belajar dan mengajar, tidak ada alasan karena anggaran sudah dianggarkan untuk perhaban ruang kelas baru dan perehaban ruang kelas yang sudah ada,” pintanya.

Sementara itu, menurut Cece Saripudin, Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, sebanyak 1.286 ruang kelas Sekolah Dasar yang memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang.
Cece Saripudin mengatakan, sesuai janjinya, Bupati Karawang sudah menyiapkan anggaran sebesar 50 Milyar untuk sarana pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan sasaran 115 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Sesuai dengan janji Bupati waktu itu, kita anggarkan 150 milyar, dari 150 milyar itu saya hitung berapa untuk ruang kelas baru, berapa untuk rehabilitasi. Kemudian beberapa kali kita hearing dengan dewan Komisi D dan akhirnya tahun ini APBD menyiapkan 50 milyar untuk sarana pendidikan dengan sasaran 115 SD dan 3 SMP,” kata Cece kepada BaskomNews.com.
Cece menjelaskan, terjadinya fenomena banyak ruang sekolah rusak di Karawang karena minimnya kuota. Guna meminimalisir hal tersebut, Pemda Karawang menyiapkan anggaran 50 Milyar dari APBD yang dikelola oleh Dinas PUPR dan untuk Disdikpora dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sedangkan untuk pelaksanaanya bulan Agustus tahun ini.
“Akhirnya yang awalnya rehab sedang kalau dalam satu tahun dua tahun tidak dibantu ya tetep aja jadi rusak berat, tapi kita udah upayakan juga. Mudah-mudahan untuk tahun ini yang 50 milyar itu terserap oleh PUPR, ada pun untuk dinas pendidikannya itu dialokasikan ke DAK, untuk pelaksanaan renovasinya mudah-mudahan bulan Agustus ini,” jelasnya.(zay)














