Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Mahasiswa Kristen Karawang Ajarkan Masyarakat Toleran dan Pancasialis

Pengurus GMKI Karawang mendokumentasikan diri bersama Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya dan perwakilan dari Dandim 06/04 Karawang.
banner 468x60

“Kita menginginkan agar selaku pihak penyelengara bisa memberikan pamahaman kepada para peserta dan solusi khusus kepada pemerintah dalam menangani hal-hal dari tindakan yang memecah belah bangsa,”

BaskomNews.com – Mahasiswa kristen Karawang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mencoba mengarkan rasa toleransi dan pancasialis kepada masyarakat.

Hal ini terlihat dari tema Konferensi Studi Lokal yang digelar GMKI Karawang, dengan mengambil tema “Membudayakan Masyarakat Karawang yang Toleran dan Pancasilais Dalam Menghadapi Paham Radikal yang Merusak Tatanan Berbangsa dan Bernegara”, Minggu (12/8/2018).

banner 336x280

Tema konferensi studi lokal GMKI ini bertujuan memberikan pemahaman bagi para peserta tentang pentingnya mengantisipasi paham radikalisme yang mulai-mulai ini mewadah di kalangan masyrakat.

Selain dihadiri oleh Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya dan perwakilan dari Dandim 06/04 Karawang, kegiatan ini juga mengundang elemen organiasasi kepemudaan lainya, terutama dari pihak Cipayung. Organisasi tersesbut ialah HMI, PMII, GMNI, Hikmabudhi, IMAKA dan Gusdurian Karawang.

Konfrensi studi lokal ini diisi oleh beberapa pemateri, yakni dari Polres Karawang, Dandim Karawang dan pengurus pusat GMKI.

Kegiatan ini dijadikan momentum untuk mempererat rasa silaturahmi antar umat beragama dan terutama kalangan organisasi kemahasiswaaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung. Kegiatan konfrensi studi lokal ini dilaksanakan di kantor DPD KNPI Karawang.

Melalui kesempatan ini, Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menyampaikan, sebagai pihak kepolisian sudah seharusnya ia mengayomi semua elemen masyarakat. Karena membudayakan pancasila itu menjadi tanggung jawab bersama. “Sebagai polisi kita harus memberikan rasa aman, terutama menyikapi paham-paham radikal,” tutur Kapolres.

Sementara itu, kegiatan ini juga diharpakan menjadi suatu kegiatan yang yang bisa memberikan gambaran dalam menangkal paham radikal dan lebih menjungjung rasa kebersamaan antar sesama anak bangsa.

“Konferensi studi lokal ini sih, kita menginginkan agar selaku pihak penyelengara bisa memberikan pamahaman kepada para peserta dan solusi khusus kepada pemerintah dalam menangani hal-hal dari tindakan yang memecah belah bangsa,” pungkas, Sepri Antoni Sitopu, Wakil Panitia Kegiatan Konferensi.(red)

banner 336x280