“Kenapa kita lakukan ini, karena partisipasi politik dan partisipasi elektoral tidak terlalu signifikan. Kita harus rangsang mereka agar terus aktif,”
BaskomNews.com – Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurachadiana mengajak masyarakat untuk memastikan telah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Bersama perwakilan dari Pengadilan Negeri Karawang dan Kejaksaan Negeri Karawang, serta didampingi oleh Bawaslu, Cellica mendatangi kantor KPU Karawang untuk mengecek data dirinya apakah sudah masuk DPT atau belum.
“Tuh kan nama saya terdaftar ya teman-teman,” kata Cellica, saat mengetahui bahwa namanya sudah terdaftar sebagai pemilih tetap langsung, di kantor KPU Karawang, Rabu (16/10/2018).
Diketahui, Cellica sendiri terdaftar sebagai pemilih di TPS 38 Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan Karawang Timur. Kemudian, Cellica meminta kepada seluruh masyarakat Karawang agar melakukan hak pilihnya di Pileg dan Pilpres 2019 nanti. “ini kewajiban kita sebagai pemilih untuk memberikan hak pilih,” kata Cellica.
Sementara bagi masyarakat yang belum mempunyai KTP elektronik, dihimbau agar segera melakukan perekaman e-ktp di setiap kecamatan. “Memang ada perekaman e-ktp yang masih belum dilakukan. Tapi saya sudah memanggil semua instansi terkait agar semua bergerak untuk lakukan pelayanan, agar masyarakat bisa berpartisipasi menggunakan hak pilihnya,” timpal Cellica.
Menurut Cellica, ada keterbatasan pencetakan e-ktp, karena blngko untuk e-ktp dibatasi. Dimana untuk setiap kecamatan hanya di berikan 40 blanko setiap harinya.
“Jadi setiap hari kita cetak 1.200 e-ktp, jika dikali 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang. Saya ikut mensosialisasikan dan saya akan menghimbau agar semua bisa melakukan perekaman e-ktp, agar taget yang disampaikan KPU Jabar bisa tercapai,” kata Cellica.

Di tempat yang sama, Komisioner KPUD Jawa Barat, Idham Holik meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya Karawang agar segera melakukan pemotretan e-ktp, agar hal pilih masyarakat bisa terselamatkan.
“Jika tidak punya KTP elektronik, yang penting lakukan pemotretan dulu. Nanti minta surat keterangan bahwa dirinya sedang memproses pembuatan e-ktp dan itu bisa menjadi bukti untuk melakukan hak pilih,” terang Idham.
Ditambahkan Idham, untuk pemilih pemula pada pesta demokrasi kali ini cukup lumayan besar. Maka dari itu KPU harus ada kerjasama dengan pemerintah. “Ini harus ada kebijakan agar pemilih pemula didahulukan untuk pembuatan e-ktp. Pemilih pemula potensi besar dan sangat banyak sekali,” katanya.
“Kenapa kita lakukan ini, karena partisipasi politik dan partisipasi elektoral tidak terlalu signifikan. Kita harus rangsang mereka agar terus aktif,” timpalnya.
Masih dikatakan Idham, KPU menargetkan untuk keikutsertaan masyarakat Karawang untuk memilih itu sekitar 77,7 persen. Bahkan KPUD Karawang diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial, untuk memastikan para jompo yang ada di panti jompo dipastikan memiliki e-ktp. “Kalau tidak tolong koordinasikan sama pemda,” pinta Idham. (pls)












