“Kalau incumbent nggak terpilih dengan dibiayai pakai uang rakyat sebanyak 10 kali (reses/red) rasanya kurang pas, apalagi kalah oleh pendatang baru,”
BaskomNews.com – Sekitar 90 persen anggota DPRD Kabupaten Karawang mencalonkan kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Mereka diuntungkan dengan adanya program reses menjelang Pileg.
Tokoh Pemuda Cikampek, Zakaria S.Sos menilai pada program reses menjelang Pileg, para incumbent anggota DPRD Karawang yang mencalonkan kembali tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat.
Akan sangat etis, sambung Zakaria, jika para incumbent saat melakukan kunjungan lebih ke arah permasalahan di Dapil. Walau pun tidak bisa dipungkiri, moment tersebut banyak dimanfaatkan para incumbent untuk ajang kampanye.
“Jadi bagi anggota DPRD itu bagian yang otomatis, meski di dapil tidak bisa dikatakan tidak kampanye. Itu yang membuat anggota DPRD tidak ada batasan kampanye,” katanya, saat berdiskusi tentang dana kampanye bersama Mahasiswa Bandung di Kampung Krajan, Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, Karawang, Senin (22/10/2018).
Ditegaskan Zakaria, kemungkinan caleg incumbent untuk menang itu lebih besar dibanding caleg pendatang. Lantaran, para incumbent juga menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Karawang.
“Kalau incumbent nggak terpilih dengan dibiayai pakai uang rakyat sebanyak 10 kali (reses/red) rasanya kurang pas, apalagi kalah oleh pendatang baru,” tegasnya Zakaria, yang juga jebolan Fakultas Sosial di salah satu perguruan tinggi Bandung.
Oleh sebab itu, masih dikatakan Zakaria, perbandingan caleg pendatang dengan caleg incumbent merupakan suatu perbandingan ketika menjalankan kampanye.
“Sudah jelas akan lebih bengkak biayanya caleg pendatang dari pada caleg incumbent. Ia ibaratnya, cost politiknya lebih besar caleg pendatang,” tandasnya. (don)












