“Saya hanya menagih janji atau hutang pak dewan terkait tenaga kerja bahwa pada saat itu pak dewan memiliki janji akan memberikan peluang tenaga kerja dan juga memberikan bantuan usaha,”
BaskomNewscom – Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang yang juga merupakan Ketua DPC Hanura Karawang, H. Ahmad Ardiansyah ditagih janji politiknya oleh para kader Partai Hanura di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Karawang.
Hal ini terlihat ketika Ardiansyah melakukan pertemuan internal dengan puluhan kader Partai Hanura yang tergabung dalam Kader Kang Bahar Dapil 5 Karawang, di salah satu Rumah Makan (RM) di Jalan Pantura Jatisari Karawang.
“Saya hanya menagih janji atau hutang pak dewan terkait tenaga kerja bahwa pada saat itu pak dewan memiliki janji akan memberikan peluang tenaga kerja dan juga memberikan bantuan usaha kepada kader atau warga di sekitaran Kecamatan Cikampek dan sekitarnya,” kata Ketua PAC Hanura Cikampek, Toni saat menagih H. Ahmad Ardiansyah, di hadapan puluhan kader Hanura, Senin (22/10/2018).
Hal senada diungkapkan oleh kader lainnya dari kader PAC Hanura Kotabaru, H Wirya. Wirya mempertanyakan mengenai potensi warga di Kecamatan Kotabaru yang memiliki potensi tenaga kerja ahli di setiap bidangnya.
Wirya menagih janji politik Ardiansyah pada saat berkampanye pada Pileg 2014 lalu, saat Ardiansyah mencalonkan diri sebagai Caleg nomor urut 1 dari Partai Hanura di Dapil 5 Karawang.
“Warga di Kecamatan Kotabaru masih banyak yang jadi pengangguran Pak Dewan, mana janji bapak jika bapak terpilih sebagai wakil rakyat kami akan menyerukan atau menyerap aspirasi dari bidang tenaga kerja itu pak,” tanya Wirya kepada Ardiansyah.

Menjawab pertanyaan dari beberapa kadernya tersebut, Ardiansyah menyatakan jika di akhir masa jabatan sebagai anggota DPRD Karawang, ia akan segera melunasi hutang-hutang serta janji politik.
“Saya akan coba berkoordinasi dengan Kepala Disnakerstrans Karawang bagaimana kriteria dan potensi seperti apa yang dibutuhkan oleh industri-industri yang ada di Karawang. Dan kader-kader juga silahkan dampingi saya untuk langsung beraudiensi dengan pihak Disnakertrans Karawang,” kata Ardiansyah.
Saat yang bersamaan, ketika ditanya perihal pertemuan tersebut, Ardiansyah membantah tegas bahwa pertemuan internal kadernya adalah sebuah bentuk kampanye yang pada dasarnya ia mencalonkan sebagai Caleg DPRD Provinsi Jabar dari partai Hanura di Dapil 7 Jabar (Purwakarta-Karawang).
“Dasar pertemuan saya dengan kader-kader saya ini adalah coba kumpulkan beberapa kader, kalau perlu semuanya kumpulkan kader-kader Hanura. Akhirnya atas dasar tersebut saya ingin menjalankan etika politik saya saat mencalonkan dewan di tahun 2014. Selama itu juga saya coba terus menyerap aspirasi,” kata Ardiansyah.
“Maka dari itu, secara etika politik dan kerendahan hati saya, takutnya saya ada hutang atau janji politik atau yang belum yang terselesaikan, maka saya ingin menyelesaikan semuanya,” timpal Ardiansyah.
Masih disampaikan Ardiansyah, sifat pertemuan yang dilakukannya hanya persuasif dan bukan merupakan sebuah kampanye dirinya yang sedang calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat pada Pileg 2019.
“Saya hanya ingin bertemu dengan kader-kader saya dan meminta kepada kader saya untuk mengingatkan kembali apabila saya memiliki hutang atau janji politik saya saja sifatnya,” kata Ardiansyah.
Disinggung terkait penagihan hutan janji politik dari para kadernya, Ardiansyah mengaku siap untuk melunasi dan menyelesaikan semua janji politiknya dalam kurun waktu 2 bulan ke depan.
“Dalam waktu 1 hingga 2 bulan ke depan, saya akan menyelesaikan semua hutang dan janji-janji politik saya. Saya ingin menyelesaikan dengan tuntas dan ikhlas, mumpung saya masih menjabat sebagai anggota dewan terpilih dari dapil 5 Karawang ini,” ucapnya.
“Kalau itu memang harus dibayar, ya akan saya bayar. Kalau itu memang harus diperjuangkan ke Pemda Karawang, ayo kita perjuangkan secara bersama juga,” tandas Ardiansyah. (rls/red)












