Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Mantan Ketua Gerindra Karawang Ini Sebut “Pelacur Politik”, Apakah Maksudnya kepada Cellica?

Ade Suhara.
banner 468x60

BaskomNews.com – Dalam kesempatan acara Launching RoemahDjoeang Prabowo-Sandi dengan bingkisan kegiatan jalan sehat di halaman Stadion Singaperbangsa Karawang Jawa Barat, pada Minggu pagi (7/4/2019), politisi Gerindra Karawang, Ade Suhara menyebut soal istilah ‘Pelacur Politik’.

Saat ditanya media bagaimana pendapatnya soal sikap politik Ketua DPC Demokrat Karawang, dr. Hj. Celllica Nurrachadiana yang juga masih menjabat sebagai Bupati Karawang, Ade Suhara yang masih merupakan mantan Ketua DPC Gerindra Karawang ini menyinggung soal istilah perselingkuhan politik dan pelacur politik.

banner 336x280

“Saya kira ini memang sesuatu yang sering terjadi, hal yang wajar. Ya banyaklah pelacur-pelacur politik. Bukan lagi dia selingkuh politik, tetapi sudah pelacur politik kalau menurut saya. Sudah punya suami, sudah punya istri, sudah punya pilihan, tapi masih lirik kanan kiri,” tutur Ade Suhara, kepada awak media.

Caleg Dapil 1 dari Partai Gerindra Karawang ini juga menyesalkan, jika politik salah seorang petinggi politik di Karawang yang terkesan ‘pindah ke lain hati’ dalam hal pilihan politik di Pilpres 2019.

“Kalau dulu ini istilahnya perselingkuhan politik. Tapi sekarang saya katakan ini pelacur politik. Kalau memang sudah menentukan koalisi, kenapa harus bergabung lagi dengan pilihan yang lain. Artinya, kita kecewa mereka berpindah ke lain hati. Kita sih inginnya koalisi itu tetap satu suara, jangan ada dusta diantara kita,” timpal Ade Suhara.

Adapun terkait tujuan Launching RoemahDjoeang, Ade Suhara menjelaskan jika pemenangan Prabowo-Sandi di Karawang sedang mencoba menyasar dua pemilih. Yaitu pemilih galau (Swing Voter) dan pemilih apatis (Apatis Voter). Karena menurutnya, kedua pemilih ini belum bisa tegas untuk menentukan pilihannya di Pilpres.

“Kenapa kita menggunakan istilah RoemahDjoeang, karena ada dua pemilih yang menjadi sasaran kita. Pertama swing voter (pemilih galau), kedua apatis voter (pemilih apatis). Yang sering mereka katakan presiden manapun tetap saja yang susah mah susah. Maka mereka sudah ilfil terhadap partai politik, mereka sudah tidak percaya dengan partai politik, maka kita akan gunakan RoemahDjoeang ini untuk mereka yang tidak suka partai,” timpal Ade Suhara.

Dengan adanya RoemahDjoeng, sambung Ade Suhara, diharapkan kedua pemilih tersebut bisa memilih Prabowo-Sandi pada 17 April 2019 besok. “Maka dengan RoemahDjoeang ini mereka insya Allah mereka yang masa bodo dan galau akan terbawa memilih Prabowo Sandi di tanggal 17 nanti. Terget suara di Karawang kita 70%, tapi mudah-mudahan bisa sampai 80%,” pungkas Ade Suhara, yang mengaku kehadirannya di Stadion Singaperbangsa Karawang sebagai Perwira Gerindra Dapil 1.(pls)

BACA SEBELUMNYA : Absen di Kampanye Prabowo, Tapi Bupati Cellica 2 Kali Hadir di Kegiatan Relawan Jokowi-Ma’ruf

banner 336x280