Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

Foto PR.
banner 468x60

BaskomNews.com – Ribuan Mahasiswa Tasikmalaya menduduki Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jalan RE Martadinata, Selasa 24 September 2019. Mereka kecewa dengan kinerja pemerintah pusat dan DPRI yang mengeluarkan produk-produk undang-undang seperti UU KPK dan revisi KUHP yang merugikan masyarakat.

Awalnya, mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan gedung dewan. Makin lama, massa bertambah banyak dan merangsek masuk gedung dewan. Massa memenuhi ruang rapat paripurna dan meminta bertemu dengan para wakil rakyat Kota Tasikmalaya.

banner 336x280

Sejumlah pokok persoalan yang menuai sorotan terkait pengesahan UU KPK yang membuat melemahnya Korps Antirasuah, revisi KUHP, pemeritah yang semakin yang menjadi dikator hingga persoalan sosal Kota Tasikmalaya.

Para mahasiswa tersebut diterima pimpinan DPRD sementara Kota Tasikmalaya. Aslim, pimpinan DPRD mengapresiasi aksi mahasiswa.

“DPRD Kota Tasikmalaya akan melihat selama undang-undang itu merugikan masyarakat, tentunya kami akan megajukan keberatan kepada pemerintah,” kata Aslim.

Ia mengklaim, DPRD juga memiliki niat baik sebagaimana para mahasiswa. Pernyataan Aslim menuai cibiran. “Dewan pembohong,” teriak seorang pengunjuk rasa.

Aksi sejak pagi
Seperti diketahui,‎ sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tasikmalaya menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jalan RE Martadinata, Selasa 24 September 2019. Mereka mengkritik pengesahan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, berbagai revisi rancangan undang-undang yang merugikan masyarakat, serta pemerintahan yang dinilai semakin diktator.

Aksi mahasiswa dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Massa dengan memakai jaket almamater memenuhi Jalan RE Martadinata tepat depan Gedung DPRD.

Lambat laun jumlah mahasiswa semakin bertambah memenuhi jalan. Massa menggelar orasi, membentangkan spanduk dan poster kritik serta mengarak toga. Tak butuh lama, mahasiswa merangsek masuk ke gedung dewan. Aksi tersebut membuat gapura beratap ijuk ambruk.

Semakin lama, jumlah mahasiswa terus bertambah. Sejumlah mahasiswa lain dari Himpunan Mahasiswa Islam Tasikmalaya berdatangan dan ikut memenuhi gedung wakil rakyat. ‎

“Mahasiswa Tasik tidak tertidur,” ucap seorang orator. Beberapa dari mereka menunjukkan kertas-kertas bersi tulisan menggelitik seperti Dewan Penipu Rakyat, Save KPK, Tolak RUU KUHP, Rezim Oligarki.(PR)

banner 336x280