Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Demo Tolak Omnibus Law di Kantor Bupati Karawang Disusupi Penumpang Gelap?

banner 468x60

BaskomNews.com – Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengungkapkan, jika aksi penolakan RUU Omnibus Law (Cipta Kerja) di Kantor Bupati Karawang pada Rabu (07/10/2020) dan Kamis (08/10/2020), disusupi penumpang gelap.

“Berkat bantuan dari TNI/Polri dan baik dari rekan-rekan buruh itu sendiri, kami mendapatkan informasi terkait adanya aksi dari penumpang gelap dalam rangka pelaksanaan demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja kemarin,” kata AKP Oliestha kepada awak media saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres Karawang, Kamis (08/10/2020) malam.

banner 336x280

“Rekan-rekan buruh memberikan informasi bahwasannya ada kelompok-kelompok tertentu yang berusaha membuat kisruh pelaksanaan demo yang sudah berjalan yang sudah sesuai dengan konstitusi Undang-undang berjalan dengan lancar dan tertib. Ada beberapa penumpang gelap yang mencoba untuk mengacaukan situasi,” katanya.

Sejauh ini, sambung AKP Oliestha, pihaknya terus menyelidiki siapa dibalik aktor intelektual dari penumpang gelap yang memiliki tujuan untuk melakukan kerusuhan dalam aksi demo buruh dan mahasiswa kemarin.

“Sementara masih kami dalami otak atau dalang yang mencoba menjadi penumpang gelap dalam aksi demonstrasi buruh ini ya. Untuk sementara ini belum kami temukan dan masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Karawang. Mereka tidak mengatasnamakan suatu kelompok tertentu dan tidak ada dari gengster, geng motor serta Ormas/LSM,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih jauh, pihaknya juga merasa bersyukur karena telah berhasil menggagalkan aksi dari penumpang gelap yang berusaha untuk melakukan kerusuhan pada aksi penolakan RUU Omnibus Law yang dilakukan oleh ribuan buruh dan mahasiswa.

“Syukur alhamdullilah, aksi yang mereka lakukan untuk membuat kerusuhan tidak berhasil, belum sempat mereka melaksanakan chaos (rusuh). Alhamdullilah, berkat kerjasama bersama, dapat kami gagalkan rencana mereka. Sehingga pelaksanaan demonstrasi kemarin di Karawang dapat berjalan dengan tertib dan teratur,” terangnya.

Kendati begitu, jajaran Polres Karawang akan terus mengejar siapa aktor intelektual dari ratusan penumpang gelap yang berhasil diamankannya ke Mapolres Karawang.

“Sudah kami amankan bukti-bukti percakapan via WhatsApp maupun Instagram untuk ajakan-ajakan untuk membuat rusuh saat pelaksanaan demonstrasi kemarin. Kami mengamankan puluhan handphone untuk menjadi alat bukti,” tuturnya.

Disinggung terkait motif dibalik aksi ratusan penumpang gelap dalam unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law, AKP Oliestha menyampaikan bahwa penumpang gelap itu hanya ingin membuat rusuh bentrok antara aparat dengan demontran.

“Motifnya seperti yang kami sampaikan, mereka ingin membuat rusuh,” pungkasnya. (CR1)

banner 336x280