“Gak bisa dibangun dengan Rutilahu dari APBD pak. Soalnya tanahnya bukan milik Mak Tarsem. Tapi alhamdulillah yang punya tanah sudah ikhlas”
BaskomNews.com – Lagi, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) membangunkan rumah program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk si nenek jompo dengan uang pribadinya.
Kali ini giliran Mak Tarsem (90), si nenek yang merupakan warga Dusun Cilengka, Desa Sukaraja, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang yang mendapat bantuan dibangunkan rumah dari sodakoh atau zakat gaji (zakat penghasilan) dari Kang Jimmy.
Saat meninjau langsung pembangunan Rutilahu Mak Tarsem yang diketahui hanya tinggal seorang diri ini, Kades Sukaraja, Engki mengatakan, bantuan Rutilahu dengan APBD untuk Mak Tarsem ini tidak bisa direalisasikan, dengan alasan tanah yang ditempati gubuk si nenek sebelumnya bukan sertifikat hak milik pribadi.
Namun beruntung, akhirnya warga setempat si pemilik tanah bersedia dan ikhlas untuk memberikan beberapa meter tanahnya untuk Mak Tarsem. Sehingga kemudian dibangunkan Rutilahu dengan biaya pribadi Kang Jimmy.
“Gak bisa dibangun dengan Rutilahu dari APBD pak. Soalnya tanahnya bukan milik Mak Tarsem. Tapi alhamdulillah yang punya tanah sudah ikhlas. Dan alhamdulillah rumahnya dibangun pak wabup,” tutur Kades Sukaraja, Engki, saat berbincang dengan Kang Jimmy, Minggu (3/10/2018).
Melihat banyaknya persoalan Rutilahu warga miskin di Desa Sukaraja ini, akhirnya Kang Jimmy meminta kepada Kades Engki agar melakukan pendataan kembali tentang berapa sisa rumah warga miskin di desanya yang sudah tidak layak ditempati
“Rah… (lurah, red), coba kamu data kembali ada berapa lagi rumah wargamu yang seperti ini. Kemudian ajukan program Rutilahu. Kalau APBD gak bisa biayai, patungan dari sedekahmu, sedekah camat dan aparat lain. Kalau masih kurang lapor ke saya. Karena saya mau apa yang saya lakukan seperti ini diikuti oleh semua pejabat di Karawang,” kata Kang Jimmy.
“Repot atuh kalau Rutilahu seperti ini harus nunggu punya tanah hak milik sertifikat pribadi dulu. Namanya juga orang miskin, mana ada mereka punya tanah sertifikat pribadi. Coba data kembali ada berapa warga kayak gini. Ini biayanya gak mahal kok. Bangun ini saja (Rutilahu Mak Tarsem, red) paling cuma habis Rp 12 jutaan,” tandas Kang Jimmy.
Berdasarkan pantauan BaskomNews.com, selesai melakukan pemantauan pembangunan Rutilahu dan berdiskusi kecil dengan warga, Kang Jimmy kembali mengeluarkan isi dompetnya untuk sedekah ke puluhan nenek jompo lainnya yang kebetulan tengah asik berdiskusi dengan Kang Jimmy.
Tak hanya itu, Kang Jimmy juga memborong salah satu pedagang baso keliling untuk kemudian diberikan jajanan gratis kepada warga yang sedang berkumpul dengannya.
“Ini modal dagangnya uang pribadi atau minjem ke bank emok (bank keliling, red) kang. Jangan minjem ke bank emok ya. Insya Allah sekitar Agustus pemda sudah kerja sama dengan Bank BJB untuk pinjaman modal dagang masyarakat. Besarannya Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta,” timpal Kang Jimmy, kepada pedagang baso keliling yang diborongnya. (red)














