Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Kepsek SMPN 2 Majalaya Bantah Ada Pungutan di Sekolahnya

Kepala Sekolah SMPN 2 Majalaya, Obar Subarja
banner 468x60

“Itu program tahunan komite sekolah yang lama, dan tidak ada paksaan. Mungkin saja juga gagal tidak jadi dilaksanakan,”

BaskomNews.com – Kepala Sekolah SMPN 2 Majalaya, Obar Subarja  membantah adanya pungutan sekolah terhadap anak didiknya. Salah satunya terkait biaya perpisahan sebesar Rp 900 ribu.

“Itu program tahunan komite sekolah yang lama, dan tidak ada paksaan. Mungkin saja juga gagal tidak jadi dilaksanakan, kan sekarang ada komite sekolah yang baru,” ujarnya, saat ditemui BaskomNews.com, Rabu (4/04/2018).

banner 336x280

Menurut Obar, terkait adanya informasi pemungutan di sekolahnya tidak benar. Yaitu seperti pungutan biaya legalisir ijazah, pembuatan taman sekolah, jam dinding, serta taplak meja.

“Gak benar itu kalo ada pungutan, legalisir ijazah itu kewajiban kepsek. Dan untuk taman itu sumabangan atau bantuan dari warga. Kalau taplak sekarang kan ada ujian praktek, mereka kesepakatan sendiri untuk membeli peralatanya. Mungkin juga lima ribu, itu-pun siswanya sendiri,” katanya.

Selain itu, Obar juga menjelaskan tentang keberadaan Dana Operasional Sekolah (BOS) yang menurutnya sudah diperuntukan dengan semestinya.

“Dana Bos bukan di makan Kepala Sekolah. Kepala sekolah punya gaji, gajinya empat lobang. Dan BOS seperti untuk pemeliharaan bangunan, seperti meja, kursi yang sebentar-bentar rusak, terus untuk gaji guru honorer serta Satpam itu digajinya pake dana bos semua,” cetusnya.(red)

banner 336x280