“Itu tidak penting bagi setiap sekolah, walaupun itu dilaksanakan oleh komite sekolah. Itu hanya buang-buang duit dari wali murid saja,”
BaskomNews.com – Menyikapi persoalan pungutan iuran tour sekolah di SMPN 2 Majalaya serta dibeberapa sekolah lainnya, Anggota Komisi D DPRD Karawang, dr. Suherno mengecam keras adanya pungutan kepada wali murid tersebut.
Ditegaskan Suherno, sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan pungutan iuran tour sekolah, karena menurutnya program tersebut bukan program sekolah yang seharusnya dilaksanakan.
“Itu tidak penting bagi setiap sekolah, walaupun itu dilaksanakan oleh komite sekolah. Itu hanya buang-buang duit dari wali murid saja,” kata Suherno, kepada BaskomNews.com, Rabu (4/4/2018).
Dikatakan Suherno, sudah lama Komisi D DPRD Karawang menyampaikan anjuran agar sekolah tidak lagi mengadakan kegiatan tour sekolah. Karena sudah pasti pembiayaan transportasi dan penginapannya akan dibebankan kepada siswa.
“Ini yang menjadi keberatan bagi beberapa wali murid. Dan satu hal lagi, sekolah tidak boleh memungut dana untuk pembuatan taman sekolah atau semacamnya. Termasuk jam dinding segala, apa sih pentingnya jam dinding di setiap ruang kelas,” sindir Suherno.
“Kalaupun jam dinding harus ada, cukup di ruang guru saja. Kemudian legalisir sekolah itu perlu, tapi apakah perlu biaya sebesar itu. Map ijazah perlu juga, tapi harganya harus wajar. Jadi menurut saya ada hal-hal yang tidak perlu diadakan di sekolah,” pungkas Suherno.(red)














