BaskomNews.com – Beberapa waktu lalu, sejumlah pengemudi atau driver ojek online (ojol) melakukan aksi demo di berbagai daerah. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat menemui perwakilan ojol yang melakukan aksi di Istana Merdeka pada akhir Maret 2018.
Kepada pemerintah, driver ojol mengadu soal rendahnya tarif yang ditetapkan pihak aplikator. Mendengar keluhan itu, Jokowi kemudian meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk segera mencari jalan keluar.
Tak lama setelahnya, pemerintah, aplikator, serta perwakilan ojol melakukan pertemuan dalam beberapa kesempatan. Hasilnya, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyatakan bahwa tarif ojol siap untuk naik.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan dua aplikator telah sepakat untuk menaikan tarif ojol. Namun rencana itu belum bisa dipastikan kapan berlaku.
“Namun kedua aplikator bersepakat untuk melakukan perbaikan tarif dan pendapatan pengemudi, hal inilah yang nantinya akan mereka diskusikan dengan pengemudi masing-masing,” kata Budi beberapa waktu lalu.
Namun, walau pemerintah sudah menyatakan bakal ada kenaikan tarif ojol, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak aplikator sendiri terkait rencana itu. Bagaimana kelanjutannya? Simak berita selengkapnya.(net/red)














