“Biasa kita menjelaskan apa yang kita lakukan, kemarin kan abis RUPS. Kami laporan apa yang telah kami sampaikan. Urusannya ini laporan”
BaskomNews.com – Terlihat, Presiden Merikarta, mendatangi ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/6/2018). Kabarnya, kedatangan Ketut Budi Wijaya, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ini, terkait pemanggilan BEI terhadap manajemen Meikarta.
Budi datang ke BEI sekitar pukul 10.00 WIB. Dia langsung masuk ruangan, menemui pihak BEI. Pertemuan itu selesai sekitar pukul 11.45 WIB.
Dilansir dari detik.com, Kamis (7/6/2018), saat dikonfirmasi, Ketut mengaku menghadap BEI hanya melaporkan hasil RUPS oleh perusahaan. Dia mengaku tidak banyak membahas terkait proyek Meikarta yang nilainya mencapai Rp 278 triliun itu.
“Biasa kita menjelaskan apa yang kita lakukan, kemarin kan abis RUPS. Kami laporan apa yang telah kami sampaikan. Urusannya ini laporan,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (7/6/2018).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, saat dikonfirmasi mengatakan, pemanggilan itu untuk mengkonfirmasi terkait banyaknya berita miring terhadap proyek Meikarta.
“Kami cuma minta klarifikasi terkait simpangsiurnya berita. Katanya ada utang triliunan, memang ada utang pembayaran biaya Rp 1,4 triliun. Kami hanya mengklarifikasi saja, supaya kami clear juga,” ucapnya.
Proyek Meikarta memang belakangan ini diterpa berita negatif. Pernah dikabarkan kontraktor proyek menghentikan pembangunan. Terakhir adanya gugatan oleh dua vendor terkait tagihan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Gugatan itu dilayangkan ke PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) anak usaha Lippo Group selaku pengembang Meikarta. Sementara, dua vendor yang menggugat ialah perusahaan event organizer (EO) PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi. (SiD)














