“Dua anak ini terpisah dari rombongan, satu anak masuk lubang kejadian sekitar pukul 15.30,”
BaskomNews.com – Kolam renang “maut” De Keraton Bay masih dipasangi garis polisi (police line) pasca tewasnya Ramdan Fauzi (12) pada Sabtu (9/2/2019). Sebab hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan.
Pihak De Keraton Bay membantah kalau kematian bocah itu disebut sepenuhnya salah pihak pengelola kolam renang, karena peristiwa tersebut adalah musibah.
Humas De Keraton Bay Tata Wartasasmita seakan-akan tidak mau disalahkan. Karena menururtnya, saat ombak mau dinyalakan sepuluh menit sebelumnya, pihaknya telah memberi tahu dengan menggunakan pengeras suara kepada pengunjung agar menjaga anak-anaknya.
Namun, ada dua orang anak yang justru bermain di kolam arus dekat lubang, saat itu semua penjaga konsentrasi ke tempat ombak. “Dua anak ini terpisah dari rombongan, satu anak masuk lubang kejadian sekitar jam 15.20,” ujarnya,
Sebenarnya, kembali dikatakan Tata, pihaknya sudah mengintruksikan delapan orang penjaga untuk mengawasi kolam tersebut. Namun apa mau di kata, ini adalah sebuah musibah. (red/pls)














