BaskomNews.com – Pasca ambruknya 3 ruang SDN Kalangsuria 3, kini para siswa harus menggunakan kelas yang tersisa untuk kegiatan belajar mengajar secara bergantian.
Kepsek SDN Klangsuria 3, Uni Winarsih mengatakan, sekolahnya memiliki 458 siswa yang kini harus belajar dengan sistem sift, yaitu pagi dan siang. Lantaran dijelaskan Uni, hanya sisa 6 ruang kelas sekolahnya yang masih bisa digunakan belajar mengajar.
Bahkan menurutnya, 6 kelas itu pun kondisinya sudah sangat memprihatinkan. “Yang bisa dipakai cuma enam kelas, itu juga mengkhawatirkan bangunannya udah pada rusak-rusak,” kata Uni, Senin (30/9/2019).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disdikpora Karawang, Dadan Sugardan meninjau langsung kondisi ruang kelas kegiatan belajar mengajar SDN Kalangsuria 3 yang ambruk pada Minggu (29/9/2019) kemarin.
Menurut Dadan, pihaknya sudah mendata bahkan menyerahkan laporan data SD dan SMP mana saja yang harus dibangun Dinas PUPR Karawang, sesuai dengan kondisi bangunannya.
Terlebih sepengetahuan dia, pada Dinas PUPR Karawang sendiri ada anggaran khusus untuk membangun sekolah-sekolah yang memang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Pernah dengar di PUPR itu ada dana taktis seperti ini, jadi di plot terpisah. Mudah-mudahan ini bisa tercover,” kata Dadan dihadapan tenaga pengajar SDN Kalangsuria 3.(zay)
BACA SEBELUMNYA : Baru Direnovasi 2016, Bangunan Sekolah di Karawang Kembali Ambruk














