Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Berita  

Antisipasi Banjir, KIIC Kuras Embung

banner 468x60

 

KARAWANG, BASKOMNEWS – Adanya informasi dalam berita di salah satu media online Karawang. Kamis (1/2) yang membahas perihal adanya indikasi Embung-embung milik Kawasan International Industrial City (KIIC) buang limbah ke sungai Cisubah menuai tanda tanya.

banner 336x280

 

 

 

 

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun. Media Baskomnews.co.id. jum’at (2/2) bahwa KIIC memiliki Embung-embung itu merupakan wadah air yang di peruntukan kebutuhan pabrik dengan adanya proses Water Treatment Proses (WTP).

 

 

 

 

Secara otomatis, kehidupan hayati yang ada di dalam kolam itu sangat tergantung akan keamanan air tersebut.

 

 

 

Hal itu diterangkan oleh, External Division Relations Head KIIC, Bambang Sugeng Pada kesempatan wawancara dengan media Baskomnews.co.id. menegaskan jika Embung-embung itu terindikasi adanya limbah kemungkinan kehidupan hayati di dalam Embung-embung akan mati.

 

 

 

Sementara, Embung-embung itu memang ketika masuki musim hujan, apalagi hujan dengan intensitas besar, maka Embung-embung itu pun di kuras.

 

 

 

“Dan betul, air Embung-embung itu ke sungai Cisubah, tapi tidak membawa limbah dengan apa yang diberitakan oleh salah satu media online beritakan, ” Tegas Bambang.

 

 

 

 

“Yang pasti, ketika adanya proses itu maka lumpur yang ada di endapan jadi terangkat ke permukaan, maka seketika wajar jadi air pun berubah warna, yang tadinya bening mungkin bisa saja jadi hitam atau merah, tergantung endapan di bawah air, ” Tandasnya.

 

 

 

 

Bambang menegaskan, Untuk membuat narasi bahwa air itu mengandung limbah, seharusnya ada pihak yang lebih kompetensi secara keilmuan yang menyatakan air yang dari Embung-embung KIIC itu mengandung unsur limbah.

 

 

 

“Perlu diketahui, bahwa di kami pun ada laboratorium yang mengurus persoalan limbah, dan harus ada bukti data yang menyatakan bahwa air itu mengandung limbah yang seperti di beritakan, ” Terang Bambang.

 

 

 

 

Pada kesempatan itu,Bambang pun menegaskan bahwa keberadaan Embung-embung yang di miliki KIIC itu sangat di jaga kualitas air dan korelasi keberadaannya.

 

 

 

 

“Kami tidak semena-mena membuang air itu jika tidak ada dampak yang serius dan bisa menjadi beban bagi semua pihak karena jika tidak di buang maka embung-embung itu akan meluap dan bukan saja genangi jalan dan pabrik yang ada, tapi bisa berdampak bagi lingkungan yang dekat kawasan, ” Jelas Bambang.

 

 

 

Sementara, untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang adanya informasi berita bahwa KIIC buang air dari danau dan mengandung zat limbah berbahaya sehingga berwarna hitam.

 

 

 

 

Pihaknya akan coba berkoordinasi dengan semua pihak dan mempertanyakan kebenaran informasi limbah yang di maksud.

 

 

 

 

Sementara, hasil pemeriksaan langsung di lokasi Embung-embung bersama tim Satgas Citarum Harum pada jum’at siang pagi tadi bahwa hasil pemeriksaan kepadatan terlarut nilai 327 dengan nilai ambang batas 1500 dan di nyatakan aman.

 

 

 

Lalu, sambung untuk PH air 7,6 dengan nilai rentang 6,5 sampai 8,5 dan itu pun di nyatakan aman juga.

 

 

 

“Kami akan coba mengkonfirmasi terkait itu dan pernyataan limbah dengan zat berbahaya itu dari mana analisanya, ” Pungkas Bambang. (Yfn)

banner 336x280