Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

KIIC Salurkan Bantuan Banjir Melalui BPBD Karawang

banner 468x60

BASKOMNEWS. KARAWANG – Di tengah kepungan banjir yang melanda 13 kecamatan di Kabupaten Karawang, sebuah standar baru dalam aksi kemanusiaan korporasi muncul dari Kawasan Industri Internasional City (KIIC). Bukan sekadar menyalurkan logistik, pengelola kawasan Karawang International Industrial City (KIIC) memberikan bantuan bencana banjir di karawang secara langsung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang  (23/01)

banner 336x280

Wahyu Mulyandaru, Government & Public Relation Dept Head KIIC menyatakan program ini bukan sekadar bantuan insidental, melainkan komitmen berkelanjutan yang dirancang khusus untuk merespons kebutuhan mendesak para korban banjir di Karawang.

Bagi KIIC, kehadiran perusahaan harus memberikan dampak positif yang nyata, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. Penyaluran bantuan logistik ini menjadi bukti kecepatan respons manajemen dalam memitigasi dampak bencana alam.

“Program CSR ‘Kepedulian Sosial Masyarakat’ adalah mandat perusahaan untuk memastikan bahwa kami hadir di tengah warga. Bantuan bencana alam banjir ini merupakan salah satu implementasi terpenting dari program tersebut,” ungkap Wahyu

Penyaluran bantuan melalui mekanisme “Satu Pintu” menjadi inti dari strategi KIIC. Wahyu menegaskan bahwa efektivitas di lapangan jauh lebih berharga daripada seremoni penyerahan. Dengan menggandeng BPBD, KIIC dapat memetakan kebutuhan secara fungsional berdasarkan data terkini dari posko bencana.

Kami tidak ingin bergerak secara parsial. Penyaluran melalui BPBD memastikan setiap paket bantuan sampai ke titik yang paling membutuhkan tanpa ada tumpang tindih. Ini adalah cara kami bekerja secara sistematis,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya.

Dampak banjir yang masif di Karawang menuntut distribusi yang adil. Dengan cakupan bencana yang meluas hingga ke 13 kecamatan, risiko bantuan menumpuk di lokasi yang mudah dijangkau sangatlah tinggi. KIIC hadir untuk memutus rantai ketimpangan tersebut, memastikan suplai kebutuhan pokok mengalir hingga ke area yang paling sulit diakses selama masa pemulihan.

“Harapan kami, bantuan ini harus meringankan beban saudara-saudara kita. Kami ingin mereka merasakan kehadiran kami sebagai tetangga dan mitra,” ungkap Wahyu

Lebih dari itu, KIIC secara terbuka mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat—untuk melepaskan ego sektoral. KIIC meyakini bahwa hanya dengan satu komando koordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui BPBD, proses pemulihan pascabencana di Karawang dapat berjalan lebih akseleratif.

Aksi KIIC menjadi bukti bahwa kemajuan industri di Karawang kini memiliki “wajah kemanusiaan”. Sistem koordinasi yang rapi bukan hanya soal efisiensi logistik, melainkan tentang membangun ekosistem tangguh bencana di masa depan. Melalui sinergi ini, duka warga terdampak banjir perlahan diubah menjadi optimisme untuk kembali bangkit. (why)

banner 336x280