“Sesuai RPJMD kita membutuhkan anggaran sekitar 986 miliar dibagi pertahun. Engga bakalan tuntas dalam 5 tahun, kalau APBD hanya menganggarkan 50 miliar pertahun,”
BaskomNews.com – Sedikitnya ada 9 sekolah roboh dan 1.286 ruangan dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang perlu diperbaiki Pemkab Karawang.
Demikian diungkapkan Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Cece Saripudin, Kamis (6/9/2018).
“Sekolah roboh dan bangunan sekolah rusak tersebut tersebar di 30 kecamatan yang ada di Karawang,” kata Cece, kepada BaskomNews.com.
Dijelaskan Cece, ia merasa pesimis jika dalam waktu 5 tahun ke depan fenomena sekolah rusak di Karawang akan teratasi. Karena sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Karawang, untuk biaya pembangunan ruangan sekolah dibutuhkan biaya sebanyak Rp 986 miliar.
“Sesuai RPJMD kita membutuhkan anggaran sekitar 986 miliar dibagi pertahun. Engga bakalan tuntas dalam 5 tahun, kalau APBD hanya menganggarkan 50 miliar pertahun,” katanya.
Yang lebih parah lagi, kata Cece, anggaran untuk pembangunan sekolah di tahun 2019, 2020 dan 2021 belum pasti. Akan tetapi menurutnya, data sekolah sudah dikirim ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Untuk tahun 2019, 2020 dan 2021 belum pasti, tapi nama-nama sekolah sudah dikirim ke PUPR untuk bahan kelanjutan tahun-tahun berikutnya,” timpalnya.
Adapun 9 bangunan sekolah roboh di Karawang yang belum diperbaiki, diantaranya :
- SDN Ciptamargi 4 Cilebar
- SDN Pusakajaya Utara 1
- SDN Ciptamargi 1
- SDN Cipamargi 3
- SDN Malangsari 2
- SDN Karyamakmur 2
- SDN Kutanagara 1
- SDN Tamansari 4
- SDN Karangjaya 2
(zay/red)














