”Kegiatan ini dilakukan agar generasi muda Indonesia terutama siswa SMK mempunyai SDM yang baik dan berkompeten,”
BaskomNews.com – Sekitar 220 peserta atau siswa diberikan pembekalan untuk lebih mengenal dunia industri. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Praktisi HRD Karawang yang peduli dengan peningkatan SDM siswa di dalam menghadapi persaingan dunia kerja pasca lulus nanti.
Kali ini, giliran SMK Teknologi yang berlokasi di Jalan Lemahmulya, Gokgik, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang yang diberikan pengenalan dan pembekalan dunia industri dari Komunitas Praktisi HRD “AYO KOMPETEN” yang masih merupakan program CSR, Sabtu (12/1/2019).
Narasumber dari empat perusahaan seperti PT Hasil Raya Industri, PT DICGraphics, PT Pricol Indonesia dan PT MCE Seimitsu Indonesia memberikan pembekalan materi kepada para siswa.
”Kegiatan ini dilakukan agar generasi muda Indonesia terutama siswa SMK mempunyai SDM yang baik dan berkompeten,” tutur salah seorang narasumber PT Hasil Raya Industri, Dwi Ahad Wahyudi.
Dikatakan Dwi, para siswa yang mengikuti kegiatan pembekalan ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Diharapkannya, melalui kegiatan ini para siswa bisa memiliki modal kompetensi untuk bersaing di dunia kerja di masa yang akan datang.

Ditambahkan Dwi, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam kesiapan bekerja, antara lain Kembangkan Potensi (Kepo), yaitu mengenai bagaimana mengenali potensi diri dan diawali dengan strategi yang akan dilakukan.
“Cukup menurut saya belum tentu cukup menurut orang lain. Maka kita harus berfikir apa hal terbaik yang bisa saya berikan. Kemudian unggul dan tangguh, dalam hal ini selalu berupaya menjadi yang terbaik, tidak kenal lelah dan pantang menyerah,” terang Dwi.
“Pembekalan ini dilakukan karena keprihatinan kami ketika menghadapi banyaknya pencari kerja (khususnya lulusan SMK Karawang) yang masih belum memiliki daya saing dalam persaingan dunia kerja,” ucapnya.
Masih dikatakan Dwi, ada hal yang harus diingat dalam mencapai proses. Karena semuanya tidak bisa dilakukan dengan cara mendadak, diperlukan persiapan-persiapan dini dan tindakan-tindakan nyata, agar memiliki responsiveness (kesigapan) yang tinggi.
Rencana ke depannya, sambung Dwi, kegiatan pembekalan ini akan lebih banyak dilakukan dengan para pendidik yang berkolaborasi dengan praktisi HRD, serta bersinergi dengan program-program belajar yang bisa membekali para siswa untuk siap memasuki dunia kerja.
”Saya sangat senang melihat antusiasme para siswa saat kita memberikan materi. Diharapkan materi yang kita berikan bisa dijalankan secara rutin dan berkala,” tandasnya.(red)














