Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Bisnis Perumahan Makin Berat di Karawang, APERSI Minta Pemkab Benahi Infrastruktur 

banner 468x60

“Sekarang harga tanah di Karawang, yang untuk perumahan FLPP saja sudah di atas Rp 200 ribu”

BaskomNews.com – Para pengembang perumahan protes. Harga lahan di Karawang makin tinggi. Dan pemerintah setempat seolah tak peduli. Bahkan, ada kesan pembiaran bisnis property terpuruk, dengan tidak diberikannya infrastruktur akses ke perumahan yang layak.

“Ironis memang. Di satu sisi, Pak Presiden Jokowi punya program satu juta rumah. Tapi di sisi lain, pemerintah daerah seakan tak mendukung, dengan memberikan beban dalam tanda kutip, yang begitu berat bagi pengusaha bidang tersebut,” ujar Sekretaris DPD APERSI Jabar, H. Abun Yamin Syam, kepada BaskomNews.com, Kamis (12/4/2018).

banner 336x280

“Beban” berat yang harus dipikul para pengusaha atau pengembang perumahan di Karawang, adalah harga lahan yang terus meninggi.

“Sekarang harga tanah di Karawang, yang untuk perumahan FLPP saja sudah di atas Rp 200 ribu per meter. Manurut kami, itu sangat tinggi,” ucapnya.

Idealnya, kata dia, harga tanah itu tak lebih dari Rp 150 ribu per meter.

Masih mending, lanjut dia, jika mahalnya harga tanah itu ditunjang dengan infrastruktur akses ke lokasi perumahan yang memadai. “Ya sudah mahal, akses jalannya ancur lagi. Itu sangat berat buat kami,” tambahnya.

Berajak dari fenomena tersebut, H. Abun meminta kepada Pemkab Karawang untuk melakukan pembenahan terhadap infrastruktur akses perumahan, agar “beban” yang dipikul para pengusaha atau pengembang perumahan tidak terlalu berat. (SiD)

banner 336x280