“Masa pembagian hadiah dibeda-bedain kaya gitu, saya takut nantinya anak saya nggak mau ikut perlombaan lagi,”
BaskomNews.com – Ada hal yang ganjil dalam pembagian penghargaan dan hadiah Festival Lomba Sastra dan Seni Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Olahraga Seni Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Karawang, yang simbolis penghargaanya digelar di Lapangan Karangpawitan, Rabu (2/5/2018).
Pasalnya, dalam kesempatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 ini, Pemkab Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, mencoba memberikan penghargaan kepada guru dan siswa yang dianggap berprestasi.
Namun justru penghargaan yang diberikan mengundang kecemburuan sosial di kalangan orang tua siswa. Pasalnya, penghargaan dan hadiah yang diberikan kepada guru dan siswa dianggap “pilih kasih”.
Salah satu orang tua siswa yang anaknya berprestasi menyebutkan, ada pemberian pengargaan dan hadiah yang jauh berbeda antara guru berprestasi dengan siswa berprestasi.
Yaitu dimana guru yang berprestasi diberikan uang dengan nominal Rp 15 juta, sementara para siswa-siswi yang berprestasi diberikan uang dengan nominal Rp 500 ribu sampai Rp 3 juta, dengan maksud uang biaya pelatihan.
“Masa pembagian hadiah dibeda-bedain kaya gitu, saya takut nantinya anak saya nggak mau ikut perlombaan lagi,” kata salah satu orang tua wali murid yang mewanti-wanti identitasnya dipublis BaskomNews.com, saat menerima pembagian hadiah di lingkungan kantor Disdikpora Karawang, Rabu (2/5/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BaskomNews.com, dalam kesempatan pemberian penghargaan dan hadiah bagi guru dan siswa berprestasi di Hardiknas ini dibagi menjadi beberapa kategori penghargaan.
Diantaranya, perlombaan pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terbaik, guru TK/PAUD, paket A, B, C terbaik, serta penghargaan kategori guru terbaik.
Khusus bagi siswa berprestasi, siswa SD dan SMP yang mendapatkan juara 1 di FLSN dan O2SN diberikan piala, piagam serta uang senilai Rp 500 ribu. Sementara untuk juara 2 dan juara 3 hanya diberikan piagam dan piala. Khusus untuk siswa tingkat SMA, untuk juara 1 diberikan piala, piagam dan uang senilai Rp 3,5 juta.
Untuk PKBM terbaik dan guru TK/PAUD, paket A, B, C terbaik diberikan uang senilai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta rupiah. Sementara untuk guru berprstasi diberikan hadiah uang senilai Rp 15 juta untuk masing-masing guru.

Sehingga jauhnya perbedaan nilai hadiah penghargaan antara guru dan siswa berprestasi ini menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan orang tua siswa. Terlebih bagi para orang tua siswa yang mengaku anaknya berprestasi dan akan mewakili Kabupaten Karawang di lomba tingkatan Provinsi Jawa Barat pada Juli 2018 mendatang.
“Pembagian hadiahnya kurang pantes. Apalagi anak saya juara yang bakal mewakili nama Kabupaten Karawang di Provinsi Jawa Barat,” kata orang tua siswa.
Sementara itu, inilah sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bupati Karawang di Lapangan Karangpawitan :
”Hari Pendidikan Nasional Kita Rayakan Sebagai Hari Kesadaran Tentang Pentingnya Kualitas Manusia. Presiden Jokowi Menggariskan Bahwa Indonesia Akan Menjadi Bangsa Yang Disegani Dunia Dan Akan Berhasil Dalam Berbagai Kompetisi Era Global Jika Tinggi Kualitas Manusianya.
Manusia Yang Terdidik Dan Tercerahkan Adalah Kunci Kemajuan Bangsa. Segala Capaian Yang Kita Raih Sebagai Individu Maupun Sebagai Bangsa Kolektif Tak Lepas Dari Persinggungan Dengan Pendidikan. Mutu Dan Jenjang Pendidikan Berdampak Besar Pada Ruang Kesempatan Untuk Maju Dan Sejahtera.
Maka Memastikan Setiap Manusia Indonesia Mendapatkan Akses Pendidikan Yang Bermutu Sepanjang Hidupnya Sama Dengan Memastikan Kejayaan Dan Keberlangsungan Bangsa. Pada Tahun Ini Kita Memilih Tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita” Sebagai Tema Keriaan Hari Pendidikan Nasional.
Kita Ingin Pendidikan Benar-Benar Berperan Sebagai Pelita Bagi Setiap Anak Indonesia Yang Akan Membuatnya Bisa Melihat Peluang, Mendorong Kemajuan, Menumbuhkan Karakter, Dan Memberikan Kejernihan Dalam Menata Dan Menyiapkan Masa Depannya.”
Selanjutnya, dalam akhir sambutannya Bupati juga menyampaikan kepada para peserta upacara bahwa anggaran pendidikan di Kabupaten Karawang sebesar Rp 110 miliar yang akan dibagi dalam beasiswa pendidikan, pembangunan sekolah, infrastruktur kegiatan belajar mengajar sekolah, dan lain sebagainya.
Setelah memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian piala penghargaan atas terselenggarakannya kegiatan lomba pekan olah raga pelajar yang digelar oleh Disdikpora Karawang.(zay/red)














