“Ya, kalau siswa pengen buang air kecil atau buang air besar, mereka lari ke irigasi atau ke kali di situ. Kalau guru yang kebelet, ya kita bingung,”
BaskomNews.com – Sepertinya bukan “Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari” untuk sebuah istilah yang berlaku di SDN Mekarpohaci II, di Dusun Kalenpandan, Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar.
Melainkan sebuah istilah sindiran baru bagi Pemkab Karawang, yaitu istilah “Murid Kencing di Kali, Guru Bingung Kencing Dimana”.
Pasalnya, sekolah yang menampung 155 siswa dan memiliki 6 tenaga pengajar tersebut sudah tidak memiliki kamar mandi ataupun kamar kecil. Adapun kamar kecil 2 x 4 meter di sekitar sekolah sudah terlihat tidak bisa dipakai lagi.
Sejak tahun 1981 SDN Mekarpohaci II sudah dibangun. Dan sekitar tahun 1995 kondisi bangunan sekolah tersebut sudah mlengalami kerusakan. Sekitar tahun 2012, SDN Mekarpohaci II mengalaki perbaikan, itupun hanya sekedar rehab alakadarnya (rehab kecil).
Saat ditanya dimana kamar mandi sekolahnya, mimik muka Kepala SDN Mekarpohaci II, Asep Jayusman terlihat hanya bisa tertawa kecil. Karena menurutnya, sudah sejak lama sekolahnya tidak memiliki kamar mandi ataupun kamar kecil.

“Ya, kalau siswa pengen buang air kecil atau buang air besar, mereka lari ke irigasi atau ke kali di situ. Kalau guru yang kebelet, ya kita bingung,” tutur Asep Jayusman.
Sementara itu, siswa kelas 6 SDN Mekarpohaci II, Elon Saepul mengakui, jika dengan kondisi kelas yang ada, ia dan teman-temannya merasa sudah tidak nyaman saat belajar. Karena dengan kondisi tembok kelas yang sudah rusak, ia dan teman-temannya sering merasa pengap dan gerah saat belajar.
“Gerah a, pengap a. Iya gak enak aja gerah,” kata Elon Saepul, dengan na bicara dan mimik muka malu-malu, saat mencoba diajak berbincang oleh wartawan.
Beruntung, menjelang akhir tahun 2018 ini, 3 ruang kelas SDN Mekarpohaci II sedang mengalami rehab total melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karawang. Yaitu dengan total anggaran Rp 690 juta,myang dikerjakan oleh CV. Bina Dharma. Dengan waktu pengerjaan proyek selama 90 hari kerja, terhitung 20 Agustus 2018 (sesuai keterangan papan proyek).
Sementara 3 ruang kelas dan 1 ruang guru lainnya akan dibangun oleh Kawasan Internasional Industrial City (KIIC), melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), dengan total anggaran Rp 270 juta.
Termasuk kamar kecil sekolah yang sudah rusak dan sudah tidak terpakai lagi juga akan dibangunkan KIIC. Sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi istilah sindiran “Murid kencing di kali, guru kencing dimana” di SDN Mekarpohaci II. (red)














