BaskomNews.com – Kepala Sekolah SDN Nagasari VI Kabupaten Karawang Yani Sumiati ‘nge-gas’ marah-marah dan mencak-mencak saat memberikan penjelasan saat dikonfirmasi wartawan.
Pasalnya disinyalir adanya dugaan pembelian buku yang diarahkan kepada toko buku yang ditunjuk guru, serta disuruhnya orang tua murid membuat surat pernyataan bahwa pihak sekolah tidak menjual buku.
“Saat dipanggil dan ditanya Kepala Dinas Pendidikan masalah ini, malah planga-plongo karena enggak tahu,” tutur Yani Sumiati, saat dikonfirmasi Baskomnews di sekolahnya, Kamis (25/7/2019).
Lebih lanjut Yani Sumiati membeberkan kronologi saat dirinya bersama para guru dalam rapat dengan paguyuban wali murid di sekolahnya. Kurikulum mengharuskan siswa mempunyai buku yang telah ditetapkan dan sekolah dengan anggaran BOS memfasilitasi sebesar 5% untuk buku tersebut.
“Kami bersama paguyuban kemaren sudah melakukan rapat, bahwa sesuai kurikulum siswa harus mempunyai buku paket yang sesuai dengan kurikulum tersebut. Mungkin karena para orang tua kebanyakan duit, secara kolektif mereka mendului membeli buku di toko buku, padahal kami tidak menyuruhnya,” kata Yani Sumiati.
“Saya pun mengatakan kepada para orang tua murid, agar jangan pernah memberi talangan dalam membeli buku. Karena pihak sekolah pun belum stabil dalam proses belajar mengajarnya. Artinya, jangan mendahului membeli buku,” timpal Yani.
Masih dikatakan Yani, terkait dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) setiap tahunnya sekolah yang dirinya pimpin itu menerima dan dari bantuan BOS, itu pun sebagian dananya dialokasikan untuk buku.
“Kalau dana BOS selalu ada, untuk buku 5% dari dulu, mulai dari 2016 sampai sekarang itu buku dana BOS itu 20%,” katanya.
Diketahui, menurut informasi yang didapat dari percakapan sebuah grup Whatsapp paguyuban orang tua murid SDN Nagasari VI yang di screnshoot dan tersebar keluar, bahwa pihak sekolah menyuruh orang tua siswa untuk membuat pernyataan jika pihak sekolah tidak menjual buku.
Sementara dalam percakapan selanjutnya, orang tua siswa menjadi bingung, karena takut anaknya tidak mempunyai buku. (iql)














