“Cuma heran saja, setahu saya, dana-dana hibah kepada KONI kan besar”
BaskomNews.com – Ini potret dunia olahraga Karawang. Atlet berprestasi, tak diperhatikan, bahkan, nyaris diterlantarkan. Jangankan dapat bantuan pembinaan atau dana prestasi, untuk mengikuti pertandingan di luar, segala pembiayaan ditanggung si atlet. Padahal, si atlet membawa nama Karawang.
Seorang atlet berprestasi tingkat nasional di cabor balap roda empat spesialis Slalom, Wahyu Anggara memaparkannya kepada BaskomNews.com, Selasa (17/4/2018). Kata dia, selama dari tahun 2013 dirinya menggeluti dunia olahraga automotif itu, belum pernah sekalipun mendapatkan dana bantuan dari KONI Karawang, yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah daerah untuk urusan keolahragaan.
Bahkan, tambah dia, saat dirinya meraih prestasi gemilang hingga menyabet gelar juara nasional, KONI Karawang seolah tutup mata. Tak hanya itu, dirinya yang juga mencatatkan dirinya sebagai salah satu Peslalom yang mewakili Indonesia di kancah internasional, KONI Karawang seolah mengacuhkannya.
“Jangankan dana pembinaan, atau apa kek namanya, untuk mengikuti lomba saja, itu semua biaya ditanggung sendiri. KONI mana ada ngasih,” ujarnya.
Wahyu sempat mengalami masa keemasan di tahun 2017. Dimana dirinya mampu melibas peslalom-peslalom nasional dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di kancah Internasional, di Malaysia.
“Saat itu, untung ada perusahaan automotif yang nanggung semua kebutuhan selama disana,” katanya.
Prestasi Wahyu di cabor tersebut bisa dibilang seabreg. Selain menjuarai sejumlah perlombaan, dia juga pernah menyabet IMI Award, yang merupakan penganugerahan pada atlet berprestasi di cabor automotif.
“Cuma heran saja, setahu saya, dana-dana hibah kepada KONI kan besar. Bahkan nilainya hingga miliaran rupiah. Tapi kenapa tidak ada pembinaan kepada atlet berprestasi dan seolah tak memperhatikan,” katanya. (SiD)














